BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penelitian dapat diartikan sebagai suatu proses penyelidikan secara
sistematis yang ditujukan pada penyediaan
informasi untuk menyelesaikan masalah. Sebagai suatu kegiatan sistematis
penelitian harus dilakukan dengan metode tertentu yang dikenal dengan istilah
metode penelitian,yakni suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan
dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah ini
harus didasari ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris, dan sistematis.
Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan
oleh peneliti untuk pengumpulan data. Teknik dalam menunjuk suatu kata yang
abstrak dan tidak diwujudkan dalam benda, tetapi hanya dapat dilihat
penggunaannya melalui: angket, wawancara, pengamatan, ujian (tes), dokumentasi,
dan lain-lain. Peneliti dapat menggunakan salah satu atau gabungan teknik
tergantung dari masalah yang dihadapi atau yang diteliti.
Dalam penelitian
ilmiah, agar data yang kita kumpulkan menjadi valid, maka kita harus mengetahui
bagaimana cara-cara pengumpulan data dalam penelitian itu, sehingga data yang
kita peroleh dapat menjadi pendukung terhadap kebenaran suatu konsep tertentu.
Dan dalam kegiatan penelitian, keberadaan instrumen penelitian merupakan
bagian yang sangat integral dan termasuk dalam komponen metodologi penelitian
karena instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan,
memeriksa, menyelidiki suatu masalah yang sedang diteliti. Instrumen itu alat,
sehingga instrumen penelitian itu merupakan alat yang digunakan dalam
penelusuran terhadap gejala-gejala yang ada dalam suatu penelitian guna
membuktikan kebenaran atau menyanggah suatu hipotesa-hipotesa tertentu.
Suatu intrumen yang baik tentu harus memiliki validitas dan reliabilitas
yang baik. Untuk memperoleh instrumen yang baik tentu selain harus
diujicobakan, dihitung validitas dan realibiltasnya juga harus dibuat sesuai
kaidah-kaidah penyusunan instrumen. Menyusun instrumen
merupakan suatu proses dalam penyusunan alat evaluasi karena dengan mengevaluasi
kita akan memperoleh data tentang objek yang diteliti. Oleh karena itu,
menyusun instrumen merupakan langkah penting dalam prosedur
penelitian yang tak dapat dipisahkan antara yang satu terhadap yang lainnya. Hal ini dilakukan karena untuk
menjaga kesinambungan data yang dikumpulkan dengan pokok permasalahan yang
dibuat dalam rangka pengujian terhadap hipotesa-hipotesa yang dibuat.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa yang
dimaksud dengan Instrumen penelitian?
2. Apa saja
jenis-jenis instrumen penelitian ?
3. Bagaimanana
cara memperoleh data dari Instrumen Tes dan Nontes ?
C.
Tujuan
1. Untuk
mengetahui dengan jelas Instrumen penelitian
2. Untuk
mengetahui jenis-jenis instrumen penelitian
3. Untuk
mengetahui cara memperoleh data dari Instrumen Tes dan Nontes
4.
Manfaat
Untuk
menambah wawasan dan memperluas pemahaman mahasiswa dalam instrumen peneliitian
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
INSTRUMEN
PENELITIAN
1.
Pengertian Instrumen Penelitian
Instrumen
penelitian adalah semua alat yang digunakan untuk mengumpulkan, memeriksa,
menyelidiki suatu masalah. Instrumen penelitian dapat diartikan pula sebagai
alat untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisa dan menyajikan data-data secara
sistematis serta objektif dengan tujuan memecahkan suatu persoalan atau menguji
suatu hipotesis. Jadi semua alat yang bisa mendukung suatu penelitian bisa
disebut instrumen penelitian.
Menurut
Suharsimi Arikunto (2000:134), instrumen pengumpulan data adalah alat bantu
yang dipilih dan digunakan oleh peneliti
dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan di permudah olehnya.
Ibnu
Hadjar (1996:160) berpendapat bahwa instrumen merupakan alat ukur yang
digunakan untuk mendapatkan informasi kuantitatif tentang variasi karakteristik
variabel secara objektif[1]. Instrumen pengumpul data menurut Sumadi
Suryabrata (2008:52) adalah alat yang digunakan untuk merekam-pada umumnya
secara kuantitatif-keadaan dan aktivitas atribut-atribut psikologis. Atibut-atribut psikologis itu
secara teknis biasanya digolongkan menjadi atribut kognitif dan atribut non
kognitif. Sumadi mengemukakan bahwa untuk atribut kognitif,perangsangnya adalah
pertanyaan. Sedangkan untuk atribut non-kognitif, perangsangnya adalah pernyataan.
Instrumen
penelitian merupakan alat bantu peneliti dalam pengumpulan data. Mutu instrumen
akan menentukan juga mutu dari pada data yang akan dikumpulkan, sehingga
tepatlah dikatakan bahwa hubungan instrumen dengan data adalah sebagai
jantungnya penelitian yang saling terkait antara latar belakang,permasalahan,
identifikasi, tujuan, manfaat, kerangka pemikiran, asumsi dan hipotesis
penelitian. Oleh karenanya menyusun instrumen untuk kegiatan penelitian
merupakan langkah terpenting yang harus dipahami
2.
Instrumen
Penelitian Untuk Penelitian Kuantitatif
Pada
umumnya instrument penelitian dalam penelitian kuantitatif terbagi dua yakni
tes dan non tes. Tes sebagai instrument penelitian adalah suatu alat yang
berisi serangkaian soal-soal yang harus dijawab oleh responden untuk mengukur
suatu aspek tertentu, sesuai dengan tujuan penelitian. Selain tes, terdapat instrumen berupa nontes,
seperti skala sikap atau daptar pernyataan untuk digunakan bagi peneliti yang
menggunakan teknik pengumpulan data jenis angket, pedoman wawancara untuk
peneliti yang menggunakan teknik intervieu atau wawancara, pedoman observasi
untuk peneliti yang menggunakan teknik observasi, dan lainnya. Skala bertingkat
(ratings) adalah suatu ukuran subyaktif yang dibuat berskala[2].
3.
Langkah-Langkah
Menyusun Instrumen Penelitian
a. Mengidentifikasi
variabel-variabel dalam rumusan judul penelitian[3]
b. Menjabarkan
variabel tersebut menjadi sub variabel
c. Mencari
indikator/ aspek stiap sub variabel
d. Menderetkan
deskriptor dari setiap indikator
e. Merumuskan
setiap deskriptor menjadi butir-butir instrumen
f. Melengkapi
instrumen dengan petunjuk pengisian dan kata pengantar
4.
Validitas
Dan Reliabilitas Instrumen
Semua
instrumen (baik yang tes maupun non tes) harus memiliki dua syarat yaitu Valid
dan reliabel. Valid berarti instrumen secara akurat mengukur objek yang harus
diukur. Reliabel berarti hasil pengukuran konsisten dari waktu ke waktu.
Menurut
Ibnu Hadjar (1996:160), kualitas instrumen ditentukan oleh dua kriteria utama:
validitas dan reliabilitas. Validitas suatu instrumen menurutnya menunjukkanseberapa
jauh ia dapat mengukur apa yang hendak diukur. Sedangkan reliabilitas menunjukkan
tingkat konsistensi dan akurasi hasil pengukuran.
Sumadi
Suryabrata (2008:60) mengemukakan bahwa validitas instrumen didefinisikan
sebagai sejauh mana instrumen itu merekam/mengukur apa yang dimaksudkan untuk
direkam/diukur. Sedangkan reliabilitas instrumen merujuk kepada konsistensi
hasil perekaman data (pengukuran) kalau instrumen itu digunakan oleh orang atau
kelompok orang yang sama dalam waktu berlainan, atau kalau instrumen itu
digunakan oleh orang atau kelompok orang yang berbeda dalam waktu yang sama atau dalam waktu yang
berlainan.
Menurut
Burhan Bungin (2005:96,97) Validitas alat ukur adalah akurasi alat ukur
terhadap yang diukur walaupun dilakukan berkali-kali dan di mana-mana. Sedangkan
reliabilitas alat ukur menurutnya adalah kesesuaian alat ukur dengan yang
diukur, sehingga alat ukur itu dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Misalnya,
menimbang beras dengan timbangan beras, mengukur panjang kain dengan meter, dan
sebagainya.
Reliabilitas
mempunyai tiga dimensi yaitu Stabilitas, Ekivalensi, dan Konsistensi Internal
(O'Sullivan & Rassel, 1995). Stabilitas mengacu pada kemampuan instrumen
untuk menghasilkan data yang sama dari waktu ke waktu (dengan asumsi objek yang
diukur tidak berubah).
Ekivalensi
mengacu pada kemampuan dua atau lebih macam instrumen yang dibuat dua atau
lebih peneliti untuk mengukur satu hal yang sama. Misalnya, dua peneliti
mengukur penggunaan listrik di suatu aula. Dua peneliti ini menggunakan dua instrumen
yang berbeda. Tetapi jika temuan kedua peneliti ini sama, maka instrumen mereka
memilki sifat "ekivalen".
Konsistensi
internal tercapai jika semua item dalam instrumen mengukur satu hal yang sama.
Jika terdapat 10 pertanyaan tentang motivasi, maka ke 10 pertanyaan itu
mengukur hal yang sama (motivasi).
5.
Jenis-jenis
Instrumen Penelitian
a.
Instrumen
Tes
Menurut Arikunto, tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat
lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi,
kemampuan atau bakat yang dimiliki individu atau kelompok. Secara harfiah kata tes
berasal dari bahasa Perancis kuno yaitu testum artinya piring untuk
menyisihkan logam-logam mulia yang sangat tinggi nilainya. Dalam bahasa Inggris
ditulis dengan test yang diterjemahakan ke dalam bahasa Indonesia
berarti tes, ujian atau percobaan dan dalam bahasa Arab berarti imtihan.
Sedangkan secara istilah test adalah alat atau prosedur yang digunakan
dalam rangka pengukuran dan penilaian. Tester artinya orang yang melaksanakan
tes, pembuat tes atau eksperimentor adalah orang yang sedang melakukan
percobaan, dan testee adalah pihak yang sedang dikenai tes atau pihak yang
sedang dikenai percobaan (peserta tes).[4]
a)
Macam-Macam Instrumen Tes:
1)
Tes kepribadian yaitu tes yang digunakan untuk
mengungkap kepribadian seseorang. Yang diukur bisa self-concept, kreativitas,
disiplin, kemampuan khusus,dll.
2)
Tes bakat yaitu tes yang digunakan untuk mengukur atau
mengetahui bakat seseorang.
3)
Tes intelegensi yaitu tes yang digunakan untuk
mengadakan estimasi atau perkiraan terhadap tingkat intelektual seseorang
dengan cara memberikan berbagai tugas kepada orang yang akan diukur
intelegensinya.
4)
Tes sikap yaitu alat yang digunakan untuk mengadakan
pengukuran terhadap berbagai sikap seseorang.
5)
Tes minat yaitu alat untuk menggali minat seseorang
terhadap sesuatu.
6)
Tes prestasi yaitu tes yang digunakan untuk mengukur
pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu.
b)
Fungsi Tes
Secara umum
ada dua macam fungsi tes yaitu : sebagai alat pengukur terhadap peserta didik
dan sebagai alat pengukur keberhasilan program pengajaran.
b. Instrumen
Nontest
Instrumen non tes berarti tehnik
penilaian dengan tidak menggunakan tes. Tehnik penilaian ini umumnya untuk
menilai kepribadian anak secara menyeluruh meliputi sikap, tingkah laku, sifat,
sikap sosial, ucapan, riwayat hidup dan lain-lain. Yang berhubungan dengan
kegiatan belajar dalam pendidikan, baik secara individu maupun secara kelompok.
Jenis-jenis instrumen non tes di antaranya adalah angket (kuesioner),
observasi, skala sikap, dan portofolio. Keberhasilan siswa dalam proses
belajar-mengajar tidak dapat diukur dengan alat tes saja. Sebab masih banyak
aspek-aspek kemampuan siswa yang sulit diukur secara kuantitatif dan mencakup
objektifitas misalnya aspek efektif psikomotor.
a)
Macam-Macam Instrumen Nontes
a.
Angket
Angket merupakan alat untuk
mengumpulkan dan mencatat data, informasi, pendapat, dan paham dalam hubungan
kausal. Pada dasarnya angket adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi
oleh orang yang akan diukur (responden). Pada umumnya tujuan penggunaan angket
atau kuesioner dalam proses pembelajaran terutama adalah untuk memperoleh data
mengenai latar belakang peserta didik sebagai salah satu bahan dalam
menganalisis tingkah laku dan proses belajar mereka.
Berikut ini merupakan
langkah-langkah menyusun angket.
1)
Merumuskan tujuan
2)
Merumuskan
kegiatan
3)
Menyusun langkah-langkah
4)
Menyusun kisi-kisi
5)
Menyusun panduan angket
6)
Menyusun
alat penilaian
Contoh :
ANGKET MINAT SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN
Mata
Pelajaran :……………
Kelas/
Semester :……………
Hari/tanggal
: ……………
Petunjuk :
1.
Pada angket ini terdapat 5 pernyataan. Pertimbangkan
baik-baik setiap pernyataan dalam kaitannya dengan materi pembelajaran yang
baru selesai kamu pelajari, dan tentukan kebenaranya.
2.
Berilah jawaban yang benar sesuai dengan pilihanmu.
3.
Pertimbangkan setiap pernyataan secara terpisah dan
tentukan kebenarannya Jawabanmu jangan dipengaruhi oleh jawaban terhadap
pernyataan lain.
4.
Catat responmu pada lembar jawaban yang tersedia, dan
ikuti petunjuk-petunjuk lain yang mungkin diberikan berkaitan dengan lembar
jawaban. Terima kasih.
Keterangan
pilihan jawaban:
1. = sangat
tidak setuju
2. = tidak
setuju
3. = ragu-ragu
4. = setuju
5. = sangat setuju
|
NO
|
Pertanyaan
|
Pilihan Jawaban
|
||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
||||||
|
1.
|
Saya merasa bahwa pembelajaran ini memberikan banyak
kepuasan kepada saya
|
|||||||||
|
2.
|
Dalam pembelajaran ini, saya mencoba menentukan
standar keberhasilan yang sempurna
|
|||||||||
|
3.
|
Saya berpendapat bahwa nilai dan penghargaan lain
yang saya terima adalah adil jika dibandingkan dengan yang diterima oleh
siswa lain
|
|||||||||
|
4.
|
Siswa di dalam pembelajaran ini tampak rasa ingin
tahunya terhadap materi pelajaran
|
|||||||||
|
5.
|
Saya senang aktif dalam pembelajaran ini
|
|||||||||
b.
Observasi
Observasi adalah suatu tehnik yang
dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan
secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang dijadikan objek pengamatan
Observasi sebagai alat evaluasi
banyak digunakan untuk menilai tingkahlaku individu atau proses terjadinya
suatu kegiatan yang dapat diamati. Observasi yang dapat menilai atau mengukur
hasil belajar adalah tingkah laku para siswa ketika guru sedang mengajar.
Observasi
atau pengamatan dapat dilakukan dalam berbagai cara. Berdasarkan cara dan
tujuan, observasi dapat dibedakan menjadi 3 yaitu:
1)
Observasi partisipatif dan nonpartisipatif
Observasi partisipatif adalah yaitu observasi yang
dilakuakan oleh pengamat diamna pengamat sendiri memasuki atau mengikuti
kegiatan kelompok yang sedang diamati. Sedangkan observasi nonpartisipatif,
observasi tidak mengambil bagian dalam kegiatan yang dilakukan oleh objeknya.
Atau evaluator berada “diluar garis” seolah-olah sebagai penonton belaka.
Contoh observasi partisipatif : Misalnya guru
mengamati setiap anak. Kalau observasi nonpartisipatif, guru hanya sebagai
pengamat, dan tidak ikut bermain.
2)
Observasi
sistematis dan observasi nonsitematis
Observasi sistematis adalah observasi yang sebelum
dilakukan, observer sudah mengatur sruktur yang berisi kategori atau kriteria,
masalah yang akan diamati Sedangkan observasi nonsistematis yaitu apabila dalam
pengamatan tidak terdapat stuktur ketegori yang akan diamati.
Contoh observasi sistematis misalnya guru yang sedang
mengamati anak-anak menanam bunga. Disini sebelum guru melaksanakan observasi
sudah membuat kategori-kategori yang akan diamati, misalnya tentang: kerajinan,
kesiapan, kedisiplinan, ketangkasan, kerjasama dan kebersihan. Kemudian
ketegori-kategori itu dicocokkan dengan tingkah laku murid dalam menanam bunga.
Kalau observasi nonsistematis maka guru tidak membuat kategori-kategori diatas,
tetapi langsung mengamati anak yang sedang menanam bunga.
3)
Observasi Eksperimental
Observasi eksperimental adalah observasi yang
dilakukan secara nonpartisipatif tetapi sistematis. Tujuannya untuk mengetahui
atau melihat perubahan, gejala-gejala sebagai akibat dari situasi yang sengaja
diadakan.
c. Wawancara.
Wawancara adalah suatu cara
pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari
sumbernya. Wawancara ini digunakan bila ingin mengetahui hal-hal dari responden
secara lebih mendalam serta jumlah responden sedikit. Ada beberapa faktor yang
digunakan mempengaruhi arus infomasi dalam wawancara yaitu : Pewawancara,
responden, pedoman wawancara, dan situasi wawancara.[5]
- Pewawancara adalah petugas mengumpul informasi yang diharapkan dapat menyampaikan pertanyaan dengan jelas dan merangsang responden untuk menjawab semua pertanyaan dan mencatat semua informasi yang dibutuhkan dengan benar.
- Responden adalah memberi informasi yang diharapkan dapat menjawab semua pertanyaan dengan jelas dan lengkap. Dalam pelaksanaan wawancara, diperlukan kesediaan dari responden untuk menjawab pertanyaan dan keserasian antara responden dan pewawancara.
- Pedoman wawancara berisi tentang uraian penelitian yang biasanya ditunjukkan dalam bentuk daftar pertanyaan agar proses wawancara dapat berjalan dengan baik.
- Situasi wawancara ini berhubungan dengan waktu dan tempat wawancara. Waktu dan tempat wawancara yang tidak tepat dapat menjadikan pewawancara merasa canggung untuk mewawancarai dan respondenpun merasa enggan untuk menjawab pertanyaan.
Berdasarkan sifat pertanyaan,
wawancara dapat dibedakan menjadi [6]:
1)
Wawancara Terpimpin
Dalam wawancara ini, pertanyaan
diajukan menurut daftar pertanyaan yang telah disusun.
2)
Wawancara Bebas
Pada wawancara ini, terjadi tanya
jawab bebas antara pewawancara dan responden, tetapi pewawancara menggunakan
tujuan penelitian sebagai pedoman. Kebaikan wawancara ini adalah responden
tidak menyadari sepenuhnya bahwa ia sedang diwawancarai.
3)
Wawancara Bebas Terpimpin
Pada wawancara ini merupakan
perpaduan antara wawancara bebas dan wawancara terpimpin. Dalam pelaksanaannya,
pewawancara membawa pedoman yang hanya merupakan garis tentang hal-hal yang
akan ditanyakan.
B.
APLIKASI
INSTRUMEN PENELITIAN
1.
Cara
memperoleh data dari Instrumen Tes
1)
Tes Kepribadian
Tes
kepribadian, dari tes kepribadian kita dapat memperoleh data tentang sifat-sifat
kepribadian seseorang melalui reaksi-reaksinya terhadap suatu kisah, suatu
gambar atau suatu kata; angket kepribadian, meneliti berbagai ciri kepribadian
seseorang dengan menganalisa jawaban-jawaban tertulis atas sejumlah pertanyaan
untuk menemukan suatu pola bersikap, bermotivasi atau bereaksi emosional, yang
khas untuk orang itu.
2)
Tes Bakat
Tes
kemampuan bakat, mengukur taraf kemampuan seseorang untuk berhasil dalam bidang
studi tertentu, program pendidikan vokasional tertentu atau bidang pekerjaan
tertentu, lingkupnya lebih terbatas dari tes kemampuan intelektual (Test of
Specific Ability; Aptitude Test ). Kemampuan khusus yang diteliti itu mencakup
unsur-unsur intelegensi, hasil belajar, minat dan kepribadian yang bersama-sama
memungkinkan untuk maju dan berhasil dalam suatu bidang tertentu dan mengambil
manfaat dari pengalaman belajar dibidang itu.
3)
Tes Intelegensi
Tes
kemampuan intelektual, mengukur taraf kemampuan berpikir, terutama berkaitan
dengan potensi untuk mencapi taraf prestasi tertentu dalam belajar di sekolah
(Mental ability Test; Intelegence Test; Academic Ability Test; Scholastic
Aptitude Test). Jenis data yang dapat
diambil dari tes ini adalah kemampuan intelektual atau kemampuan akademik.
4)
Tes Minat
Tes minat,
mengukur kegiatan-kegiatan macam apa paling disukai seseorang. Tes macam ini
bertujuan membantu orang muda dalam memilih macam pekerjaan yang kiranya paling
sesuai baginya (Test of Vocational
Interest).
5)
Tes Hasil Belajar (Achievement
Test)
Tes yang
mengukur apa yang telah dipelajari pada berbagai bidang studi, jenis data yang dapat diambil menggunakan
tes hasil belajar (Achievement Test)
ini adalah taraf prestasi dalam belajar.
2.
Cara memperoleh data dari Instrumen NonTes
a. Angket
Angket atau kuesioner merupakan
suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung
bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga
disebut angket berisi sejumlah pertnyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau
direspon oleh responden. Responden mempunyai kebiasaan untuk memberikan jawaban
atau respon sesuai dengan presepsinya. Kuesioner merupakan metode penelitian
yang harus dijawab responden untuk menyatakan pandangannya terhadap suatu
persoalan. Sebaiknya pertanyaan dibuat dengan bahasa sederhana yang mudah
dimengerti dan kalimat-kalimat pendek dengan maksud yang jelas..
b.
Observasi
Dari observasi kita
dapat memperoleh data langsung dari objek yang kita teliti dan menilai
tingkahlaku individu langsung, serta dapat mengetahui fenomena-fenomena yang
terjadi .
c. Wawancara
Dengan wawancara
kita dapat memperoleh informasi langsung
dari siswa secara lisan. Proses wawancara dilakukan dengan cara tatap muka
secara langsung dengan siswa. Selama proses wawancara petugas bimbingan
mengajukan pertanyaan, meminta penjelasan dan jawaban dari pertanyaan yang
diberikan dan membuat catatan mengenai hal-hal yang diungkapkan kepadanya.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Instrumen
penelitian merupakan alat bantu peneliti dalam pengumpulan data. Mutu instrumen
akan menentukan juga mutu dari pada data yang akan dikumpulkan, sehingga
tepatlah dikatakan bahwa hubungan instrumen dengan data adalah sebagai
jantungnya penelitian yang saling terkait antara latar belakang,permasalahan,
identifikasi, tujuan, manfaatkerangka pemikiran, asumsi dan hipotesis
penelitian.
Pada
umumnya instrument penelitian dalam penelitian kuantitatif terbagi dua yakni
tes dan non tes.
B.
Saran
Diharapkan
mahasiswa semakin produktif dan kreatif dalam menggunakan Instrumen penelitian sesuai dengan kebutuhan.
DAFTAR PUSTAKA
Algifari, Statistika
Induktif untuk ekonomi dan bisnis (Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan
YKPN, 2003), Edisi II, hal 10
Arikunto,
Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, hal 198.
Hadjar
Ibnu. Dasar-dasar Metodologi Penelitian
Kuantitatif dalam Pendidikan. Jakarta: RajaGrafindo Persada 1996
Mudjiono dan Dimyati, Belajar Dan Pembelajaran
Jakarta: Rineka Cipta, 1999
Riduwan, M.B.A.Skala
Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian Bandung : Alfabeta,2002
[1] Ibnu Hadjar. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif dalam Pendidikan. (Jakarta: RajaGrafindo Persada 1996 ) hlm 2
[2]
Algifari, Statistika Induktif
untuk ekonomi dan bisnis (Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan YKPN,
2003), Edisi II, hal 10
[3] Riduwan, M.B.A.Skala
Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian ( Bandung : Alfabeta,2002) hlm 32
[4]
Dimyati dan Mudjiono, Belajar Dan
Pembelajaran (Jakarta: Rineka Cipta, 1999),hlm.209
[5]
Riduwan, Skala Pengukuran
Variabel-variabel Penelitian (Bandung: Alfabeta, 2013), hal. 29.
[6]
Arikunto, Suharsimi, Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, hal 198.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar